ZIS

ZIS (zakat, infaq dan shodaqoh)
 Pengertian zakat, infaq dan shodaqoh
 Zakat adalah bersih, mensucikan, sedangkan menurut istilah zakat adalah sesuatu yang dikeluarkan dari harta/jiwa dengan ketentuan tertentu dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan tujuan untuk membersihkan jiwa dan harta.
 Infaq adalah telah habis atau berlalu, menurut istilah sesuatu yang diberikan oleh seseorang buna mencukupi kebutuhan orang lain atau memberikan sumbangan (harta) kepada orang lain karena rasa ikhlas dan karena Allah semata
 Shodaqoh adalah amal jariyah, menurut istilah memberikan sesuatu barang atau benda kepada faqir miskin yang berhak menerimanya dengan maksud mendapat keridhaan Allah.
Hukum zakat adalah wajib bagi orang-orang yang mampu, selain itu zakat adalah salah satu rukun Islam.

“dirikanlah sholat dan bayarkanlah zakat hartamu”(An-Nisa’:77)

“ambilah dari harta mereka sedekah (zakat) untuk membersihkan mereka dan menghapuskan kesalahan mereka” (At-Taubah:103)
 Benda yang wajib dizakatkan:
1. Binatang ternak
Binatang yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah unta, sapi, kerbau, kambing.
2. Emas dan perak
3. Biji makanan yang mengenyangkan seperti beras, jagung, gandum
4. Buah-buahan
5. Harta perniagaan
 Syarat-syarat zakat
 Orang islam
 Merdeka
 Baligh
 Berakal sehat
 Cukup satu nisab
 Melebihi kebutuhan pokok
Orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik), ada 8 golongan, yaitu :
1. Faqir adalah orang yang tidak memiliki harta atau tidak bekerja karena sebab tertentu
2. Miskin adalah orang yang memiliki tempat tinggal dan memiliki penghasilan tetapi tida mencukupi kehidupan diri dan keluarga
3. Amil adalah orang yang menyalurkan zakat
4. Muallaf adalah orang yang baru masuk islam
5. Riqah adalah hamba sahaya/ budak
6. Gharimin adalah orang yang terlilit hutang
7. Sabilillah adalah orang yang berjuang di jalan allah
8. Musafir adalah orang yang sedang bepergian jauh dengan niat mendapat ridho allah

Zakat piutang
Orang yang mempunyai piutang banyaknya sampai satu nisab dan masanya telah sampai satu tahun serta mencukupi syarat-syarat yang mewajibkan zakat, juga keadaan piutang itu telah tetap, baik piutang itu sejenis emas atau perak maupun harta perniagaan, piutang yang seperti itu wajib dizakati dan wajib mengeluarkan zakatnya bila mungkin membayarnya.
Zakat uang kertas
Uang kertas itu adalah sebagai tanda bahwa yang memegangnya berhak emas atau perak sebanyak angkanya, tetapi sekarang uang kertas sudah laku di pasar-pasar sebagaimana emas dan perak. Dapat dibelikan pada apapun dan boleh ditukar dengan perak di sembarang waktu dan tempat dengan cepat. Oleh karena itu, uang kertas wajib dizakati apabil mencukupi syarat-syarat wajib zakat sebagai yang telah diterangkan. Dalam prakteknya, emas dan perak sekarang sudah amat sedikit di tangan orang banyak karena emas dan perak itu sudah dikuasai oleh bank (negara) di seluruh dunia, sedangkan segala keperluan dapat dijalankan dengan uang kertas saja maka, kalau tidak diwajibkan zakat pada uang kertas, sudah tentu akibatnya akan mengurangi hak fakir-miskin. Malahan boleh jadi sedikit hari lagi akan hilang sama sekali bila uang eas dan perak terus menerus dikuasai oleh bank dan pemerintah, sedangkan zakat itu disyariatkan guna menolong mereka yang berhak menerima zakat, agar mereka dapat pula menjalankan kewajiban mereka kepada Allah dan kepada masyarakat.
Nisab Biji dan buah-buahan
Nisab biji makanan yang menyenangi dan buah-buahan 300 sha’ (lebih kurang 930 liter) bersih dari kulitnya.
Sabda Rasulullah saw. :

“tidak ada sedekah (zakat) pada biji dan buah – buahan sehingga sampai banyaknya lima wasaq.”(Riwayat Muslim)

1 wasaq = 60 sha’
5 wasaq = 5 x 60 sha’ = 300 sha’
1 sha’ = 3,1 liter (lihat kamus Arabic English Lexicon)
Jadi, 300 x 3,1 = 930 liter (satu nisab)
Zakatnya, kalau yang dialiri dengan air sungai atau air hujan 1/10 (10%). Tetapi kalau diairi dengan air kincir yang ditarik oleh binatang, atau disiram dengan alat yang memakai biaya, zakatnya 1/20 (5%).
Selebihnya dari satu nisab (300 sha’) dihitung zakatnya menurut bandingan yang tersebut diatas (10% atau 5%)

Hasil tambang
Hasil tambang emas dan hasil tambang perak, apabila sampai satu nisab, wajib dikeluarkan zakatnya pada waktu itu juga dengan tidak disyaratkan sampai satu tahun, seperti pada biji-bijian dan buah-buahan. Zakatnya 1/40 (2½%).

“bahwasanya Rasulullah saw, telah mengambil sedekah (zakatnya) dari hasil tambang di negeri Qabaliyah.” (Riwayat Abu Dawud dan Hakim)
Sabda Rasulullah saw.:

“pada emas –perak, zakat keduanya seperempat puluh (2½%).” (Riwayat Bukhari)

Zakat rikaz (harta terpendam)
Rikaz adalah emas atau perak yang ditanam oleh kaum jahiliyah (sebelum Islam). Apabila kita mendapat emas atau perak yang ditanam oleh kaum jahiliyah itu, wajib kita keluarkan zakat 1/5 (20%)
Rikaz tidak disyaratkan sampai satu tahun, tetapi apabila didapat, wajib dikeluarkan zakatnya pada waktu itu juga, seperti zakat hasil tambang emas-perak.
Adapun nisabnya, setengah ulama berpendapat: disyaratkan sampai satu nisab; pendapat ini menurut mazhab Syafi’i. Pendapat yang lain, seperti pendapat Imam Maliki, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad dan pengikut-pengikut mereka: bahwa nisab itu tidak menjadi syarat.
Rikaz itu menjadi kepunyaan yang mendapatnya dan wajib atanya membayar zakat apabila dapat dari tanah yang tidak dipunyai orang. Tetapi, kalau didapat dari tanah yang dipunyai orang, maka perlu ditanyakan kepada semua orang yang telah memiliki tanah itu. Kalau tidak ada yang mengakuinya, maka rikaz itu kepunyaan yang membuka tanah itu.

Zakat fitrah.
Tiap-tiap Hari Raya ‘Idul Fithri, diwajibkan atas tiap-tiap orang Islam laki-laki dan perempuan, besar kecil, merdeka atau hamba, membayar zakat fithrah banyknya 3,1 liter dari makanan yang mengenyangkan menurut tiap-tiap tempat (negeri).
Syarat-syarat wajib zakat fithrah
1. Islam, orang yang tidak beragama Islam tidak wajib membayar zakat fithrah.
2. Ada sebelum terbenam matahari hari penghabisan bulan Ramadhan; tidak wajib fithrah atas anak yang lahir sesudah terbenam matahari. Orang yang kawin sesudah terbenam matahari, tidak wajib membayarkan firhrah istrinya yang baru dikawininya itu. Karena dalam hadis diatas ialah “zakat fithri” (berbuka) bulan Ramadhan. Yang dinamakan berbuka dari bulan Ramadhan adalah malam hari raya, jadi malam hari raya itulah waktu wajibnya fithrah.
3. Dia mempunyai kelebihan harta dari pada keperluan makanan untuk dirinya sendiri dan untuk yang wajib dinafkahinya, baik manusia atau binatang, pada malam hari raya dan siang harinya. Orang yang tidak mempunyai kelebihan, tidak wajib membayar fithrah.
Waktu zakat fithrah ialah sewaktu terbenam matahari pada malam hari raya.
1. Waktu yang diperbolehkan, yaitu dari awal Ramadhan sampai hari penghabisan Ramadhan. Lihat hadis Ibnu ‘Umar tadi
2. Waktu wajib, yaitu mulai terbenam matahari penghabisan Ramadhan
3. Waktu yang lebih baik (sunnat), yaitu dibayar sesudah shalat Subuhn sebelum pergi shalat hari raya.
4. Waktu makruh, yaitu membayar fithrah sesudah shalat hari raya, tetapi sebelum terbenam matahari pada hari raya.
5. Waktu haram lebih telat lagi, yaitu dibayar sesudah terbenam matahari pada hari raya
Orang yang tidak berhak menerima zakat
1. Orang kaya dengan harta atau kaya dengan usaha dan penghasilan.
2. Hamba sahaya, karena mereka mendapat nafkah dari tuan mereka
3. Turunan Rasulullah saw
Dari Abu Hurairah, katanya: Pada suatu hari Hasan bin ‘Ali (cucu Rasulullah saw,) telah mengambil sebuah kurma dari kurni zakat, lantas dimasukan ke mulutnya. Rasulullah saw bersabda (kepada cucu beliau): “jijik, jijik, buanglah kurma itu! Tidak tahukah kamu bahwa kita (turunan Muhammad) tidak boleh mengambil sedekah (zakat).” (Riwayat Muslim)
4. Orang dalam tanggungan yang berzakat
5. Orang yang tidak beragama Islam

Published in: on March 21, 2010 at 12:56 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://danankphoenix.wordpress.com/2010/03/21/zis/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: