Shalat Tasbih

Shalat Tasbih

Para ulama telah berselisih pendapat tentang hukum shalat tasbih menjadi dua pendapat : pendapat pertama mengatakan bahwa ia adalah sunnah sedangkan pendapat yang kedua melarangnya. Perbedaan pendapat mereka disebabkan perbedaan mereka pula terhadap keshahihan hadits yang berbicara tentang shalat ini.

Para ulama yang menshahihkannya mengatakan disunnahkannya shalat itu, diantara mereka adalah Daruquthniy, al Khatib al Baghdadiy, Abu Musa al Madaniy, Abu Bakar bin Abu Daud, Hakim, Suyuthi, al Hafizh Ibnu Hajar dan al Albaniy serta yang lainnya.

Sedangkan para ulama yang melemahkan hadits itu melarangnya, diantara mereka adalah Ibnul Jauziy, Sirojuddin al Qozwiniy, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah, Imam Ahmad dan yang lainnya. Namun Ibnu Hajar mengatakan,”Aku mengatakan bahwa terdapat riwayat dari Ahmad bahwa dia menarik kembali hal itu (tentang kelemahan hadits itu).

Ali bin Said an Nasai mengatakan bahwa aku bertanya kepada Ahmad tentang shalat tasbih. Lalu dia (Ahmad) menjawab,”Aku melihat bahwa itu tidak sah sama sekali.” Aku mengatakan,”Al Mustamir bin ar Royan dari Abu al Jauzaa dari Abdullah bin ‘Amr.” Ahmad berkata,”Siapa yang telah berbicara kepadamu.” Aku menjawab,”Muslim bin Ibrahim.” Ahmad mengatakan,”Al Mustamir bisa dipercaya.”Tampaknya dia kaget. Penukilan dari Ahmad ini mengindikasikan bahwa beliau kembali kepada pendapat yang mensunnahkannya)

DR. Abdullah al Faqih memilih pendapat yang mensunnahkannya karena hadits itu diperkuat dari berbagai jalan dan bukti-bukti sehingga menjadikannya terangkat dan bisa dipakai sebagai hujjah. (Fatawa as Sabakah al Islamiyah juz III hal 605)

Ketiga shalat diatas—bagi mereka yang mengatakan sunnah—tidaklah terikat oleh waktu-waktu tertentu, artinya shalat-shalat itu bisa dilakukan kapan saja baik siang maupun malam kecuali pada waktu-waktu yang dilarang melakukan shalat, seperti : setelah shalat shubuh dan ashar, pada terbit dan terbenam matahari dan waktu istiwa (matahari benar-benar berada di posisi tengah hari) karena pada waktu-waktu ini terdapat perselisihan dikalangan ulama.

Published in: on February 13, 2011 at 1:36 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://danankphoenix.wordpress.com/2011/02/13/shalat-tasbih-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: